Pebebasan itu dilakukan setelah pejabat maritim menerima peringatan kemarin (Sabtu, 8/4) bahwa bajak laut telah mengambil alih sebuah kapal kayu di sekitar 120 kilometer dari Pantai Yaman.
Menerima laporan tersebut, kapal-kapal dari tiga negara dialihkan ke jalur perompakan tersebut. Kapal dari tim China merupakan yang pertama membebaskan kapal yang dibajak tersebut.
Juru bicara dari Operasi Kegiatan perdagangan Kelautan Inggris (UKMTO) di Dubai yang mengkoordinasikan perjalanan yang aman bagi kapal-kapal dagang di Teluk Aden, mengatakan bahwa semua awak di atas kapal yang dibajak berhasil diselamatkan dengan kondisi baik.
UKMTO mengatakan bahwa awal berasal dari Suriah, namun laporan dari Kementerian Pertahanan India mengatakan bahwa mereka berasal dari Filipina. Hal ini masih belum ada konfirmasi lebih lanjut.
Laporan di India mengatakan kapal yang dibajak tengah melakukan perjalanan antara pelabuhan Kenang di Malaysia dan Aden di Yaman.
Sedangkan UKMTO menjelaskan bahwa setelah pembajakan dilaporkan, kapal angkatan laut dari India, China dan Pakistan mengubah arah untuk mendekati kapal Tuvalu dan membantu membebaskan mereka.
Saat diselamatkan, para kru mengunci diri di benteng, ruang yang aman di dalam kapal yang dirancang untuk melindungi orang-orang di kapal dari bajak laut.
Awak dari kapal Cina naik kapal yang dibajak saat fajar hari ini, membebaskan orang-orang di kapal. Sedangkan para pembajak berhasil melarikan diri.
[mel]
BERITA TERKAIT: