Gadis 14 tahun asal Bangladesh itu diketahui tinggal di Bologna. Ia berhasil mengelabui orang tuanya dengan mengenakan hijab di rumah namun melepasnya di sekolah.
Akan tetapi pekan ini ia kedapayan oleh ibunya tidak mengenakan hijab. Ibunya kemudian mencukur rambutnya.
Keeseokan harinya, gadis itu kembali melepas hijabnya di sekolah. Dan rambunya memicu perhatian. Ia pun bercerita kepada guru dan temannya soal hukuman yang ia dapat.
Pejabat sekolah segera memberitahu polisi dan pelayanan sosial soal insiden tersebut.
Gadis itu pun dipisahkan dari keluarga dan ditempatkan di bawah perawatan pelayanan sosial lokal bersama dengan adik-adiknya.
Sementara kedua orang tuanya ditempatkan di bawah penyelidikan untuk perlakuan buruk dari anak-anak mereka.
Tindakan orang tuanya itu memicu kemarahan di Italia, karena banyak politisi yang meningkatkan kekhawatiran atas migran yang tidak ingin berbaur dengan masyarakat Italia dan mematuhi hukum dan tradisi lokal.
Bologna Walikota Virginio Merola mengutuk hukuman kejam dan tidak dapat diterima, dan menyarankan mereka yang tidak ingin mematuhi tradisi Italia untuk pindah negara.
“Jika Anda ingin menjadi orang Italia Anda harus beradaptasi dengan hukum Italia dan konstitusi kita. Anda tidak dapat memiliki sikap yang berbeda, jika tidak, anda harus pindah negara,â€kata Merola, seperti dimuat
Russia Today.
[mel]
BERITA TERKAIT: