Ia adalah Nalla Mohamed Abdul Jameel. Imam itu membuat permintaan maaf di gedung Kementerian Pembangunan Nasional hari ini (Jumat, 31/3) di hadapan sejumlah anggota asosiasi Muslim India dan perwakilan dewan agama Kristen, Sikh, Taoist, Budha dan hindu.
"Tindakan saya tidak sesuai dengan etos dan esensi dari negara ini," sebutnya.
Permintaan maafnya itu disampaikan setelah ada perdebatan di masyarakat Singapura pasca video khotbahnya viral di sosial media. khotbahnya dinilai menyinggung umat Kristiani dan Yahudi.
Dikabarkan
Channel News Asia, Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura K Shanmugamhad mengatakan di Parlemen bahwa khotbah agama yang mendorong kekerasan antara agama tidak akan ditoleransi di Singapura.
Sementara Menteri yang bertugas menangani Urusan Muslim Yaacob Ibrahim menyerukan agar semua masyarakat tenang dan menjaga agar tidak mucul ketegangan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: