Sekutu Merkel: Erdogan Tak Diterima Di Jerman

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 21 Maret 2017, 19:05 WIB
Sekutu Merkel: Erdogan Tak Diterima Di Jerman
Erdogan/Net
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dinilai telah melewati garis dengan membandingkan pemerintah Jerman dengan Nazi. Karena itulah, Erdogan dan pejabat Turki lainnya tidak lagi diterima di Jerman.

Begitu pernyataan yang dikeluarkan oleh sekutu senior Kanselir Jerman Angela Merkel yakni Volker Bouffier. Saat ini ia menjabat sebagai wakil ketua partai Merkel Uni Demokratik Kristen (CDU).

Teguran itu merupakan cerminan kekesalan CDU atas pernyataan Erdogan bahwa Jerman dan kekuatan Eropa lainnya menggunakan taktik Nazi dengan melarang aksi unjuk rasa politik Turki di wilayah mereka.

"Sudah cukup," kata Bouffier.

"Erdogan dan pemerintahannya tidak diterima di negara kita, dan yang harus sekarang dipahami," katanya kepada radio DLF seperti dimuat Reuters.

Media Jerman melaporkan bahwa Erdogan berencana untuk mengunjungi Jerman bulan ini untuk menggalang sekitar 1,4 pemilih Turki untuk mendukung paket kekuasaan presiden baru dalam referendum 16 April.

Bouffier mengatakan kunjungan tersebut akan menciptakan masalah keamanan.

"Seseorang yang menghina kita dengan cara ini tidak bisa berharap bahwa kita akan merakit ribuan polisi untuk melindungi dia," katanya.

Namun demikian pemerintah Jerman belum menerima permintaan resmi untuk kunjungan Erdogan. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA