Menurut laporan Manager Magazin, Volkswagen juga berencana menghentikan produksi di empat pabrik di Jerman, yaitu Hanover, Zwickau, Emden, serta pabrik Audi di Neckarsulm. Selain itu, perusahaan akan memangkas rencana investasinya sekitar 15 persen menjadi sedikit di atas 130 miliar Euro untuk lima tahun ke depan.
Langkah besar ini diambil di tengah meningkatnya persaingan dari produsen mobil asal China yang semakin agresif, sehingga Volkswagen berupaya meningkatkan efisiensi dan profitabilitas.
Sebelumnya, Volkswagen memang telah mengumumkan rencana efisiensi dan peluncuran berbagai produk baru. Namun, angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilaporkan kali ini jauh lebih besar dibandingkan rencana sebelumnya yang memperkirakan sekitar 50.000 pengurangan pekerjaan di Jerman hingga 2030.
Rencana tersebut juga bertolak belakang dengan kesepakatan antara Volkswagen dan serikat pekerja pada akhir 2024 yang bertujuan menghindari penutupan pabrik di Jerman serta mencegah PHK wajib hingga akhir 2030.
Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Volkswagen tidak membenarkan maupun membantah isi dokumen yang disebut bersifat rahasia. Perusahaan hanya menyatakan bahwa seluruh grup Volkswagen, termasuk merek dan anak usahanya, memang harus menjalani perubahan besar, sementara keputusan akhir akan ditetapkan oleh dewan yang berwenang.
Di sisi lain, Dewan Pekerja Umum Volkswagen bersama serikat pekerja Jerman IG Metall menegaskan akan menolak rencana tersebut.
"Jika rencana seperti itu benar-benar dijalankan, kami akan mencegahnya dengan segala kemampuan yang kami miliki," kata mereka dalam pernyataan bersama, dikutip Sabtu, 27 Juni 2026.
Hingga akhir kuartal I 2026, Volkswagen tercatat memiliki sekitar 657.400 karyawan di seluruh dunia.
Kabar mengenai rencana restrukturisasi ini turut membebani pergerakan saham Volkswagen. Pada perdagangan Jumat, saham perusahaan ditutup melemah sekitar 0,2 persen. Sepanjang tahun 2026, harga saham Volkswagen telah turun lebih dari 25 persen, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap tantangan bisnis yang dihadapi perusahaan meski tengah menjalankan langkah efisiensi besar-besaran.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: