Hal itu tampak dari bocoran surat yang ditulis oleh pihak sekolah kepada guru-guru.
"Dalam beberapa minggu terakhir, telah dipelajari bahwa siswa Muslim sholat, cukup terlihat oleh orang lain, ditunjukkan dengan melakukan ritul cuci di kamar mandi, kemudian keluar dengan menggelar sajadah dan siswa menempatkan tubuh di posisi tertentu yang tidak diizinkan," begitu salah satu bunyi potongan surat tersebut.
Dalam suratyang sama disebutkan juga bahwa staf diminta untuk mengidentifikasi nama dan melaporkannya ke pihak sekolah.
Surat tersebut juga menyebut bahwa siswa yang bersangkutan harus diberi peringatan bahwa ada pelanggaran yang dilakukan.
Surat itu beredar di sebiuah sekolah di kota Wuppertal, Rhine-Westphalia.
Hal itu dikonfirmasi oleh otoritas pemerintah di ibukota negara bagian Dusselforf.
"Larangan sholat dan berdoa adalah cara yang provokatif di ruang sekolah umum seharusnya mendorong koeksistensi damai dan menjami perdamaian sekolah," kata pemerintah lokal dalam sebuah pernyataan.
[mel]
BERITA TERKAIT: