Gedung Putih: Manipulasi Media Memalukan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 22 Januari 2017, 08:31 WIB
Gedung Putih: Manipulasi Media Memalukan
Repro: NYT
rmol news logo Sehari setelah dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump bereaksi keras terhadap media yang menurutnya menurunkan laporan palsu mengenai jumlah pengunjung upacara pelantikan dirinya.

Donald Trump menyampaikan kekecewaannya itu pada Sabtu pagi waktu setempat (21/1) atau Minggu dinihari waktu Indonesia (22/1) di Markas Central Intelligent Agency (CIA).

"Kita memiliki orang yang banyak di lapangan. Anda lihat itu. Saya bangun pagi ini, saya nyalakan salah satu jaringan berita dan mereka memperlihatkan lapangan kosong," ujar Trump.

"Tunggu dulu. Saya berpidato, saya melihat, lapangan terlihat seperti dipenuhi satu juta, satu juta setengah orang," sebutnya lagi seperti dikutip dari New York Times .

Tak lama setelah Trump memperlihatkan kemarahannya, Jurubicara Gedung Putih Sean Spicer menggelar jumpa pers yang isinya kurang lebih sama.

Pesan utama dalam jumpa pers pertama Spicer itu adalah kecaman terhadap media yang menipulasi foto untuk menciptakan imej bahwa dukungan yang dimiliki Trump kecil.

Faktanya, menurut Spicer, pelantikan Trump adalah yang terbesar dalam sejarah karena tidak hanya dirayakan oleh warganegara Amerika Serikat, tetapi juga dirayakan oleh dunia.

Menurutnya, manipulasi ini memalukan dan tidak bisa dibenarkan.

Selain sebagai Sekretaris Pers dan Jurubicara Gedung Putih, Spicer juga menjabat sebagai Direktur Komunikasi Presiden Trump. Sebelumnya, Trump memilih Jason Miller untuk jabatan penting di Gedung Putih itu. Namun belakangan Miller mengundurkan diri karena tuduhan pencabulan. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA