Ada Perbedaan Pendapat Soal Badan Intelijen Di Dalam Tim Internal Trump

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 06 Januari 2017, 14:15 WIB
Ada Perbedaan Pendapat Soal Badan Intelijen Di Dalam Tim Internal Trump
Donald Trump/Net
Kecil Besar
rmol news logo Kabarnya, ada ketidaksepahaman dalam tim internal presiden terpilih Amerika Srikat Donald Trump terkait dengan struktur badan intelijen Amerika Serikat.

Menurut sumber yang dekat dengan informasi seperti dimuat Reuters, hal yang dipermasalahkan adalah Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) yang dibuat kongres pasca serangan 11 September atau 9/11 untuk lebih mengkoordinasikan upaya badan-badan intelijen Amerika Serikat untuk melindungi negara tersebut.

Penasihat keamanan Trump Michael Flynn yang merupakan Kepala Badan Intelijen Pertahanan Pentagon di bawah pemerintahan Barack Obama acapkali bentrok dengan badan-badan intelijen lainya.

Flynn sendiri telah memiliki hubungan penuh dengan ODNI. Setelah adanya sejumlah keluhan terkait dengan gaya majaemennya di Badan Intelijen Pertahanan, ia dipecat oleh Direktur Intelijen Nasional James Clapper.

"Ada konsensus umum bahwa ODNI terlalu besar dan tumbuh terlalu cepat. Beberapa di sekelilingnya (Trump) percaya akan hal ini, tapi apakah mereka berencana untuk mengatasainya atau bagaimana, saya tidak tahu," kata sumber itu.

Sementara itu pejabat transisi senior yanga da di dalam tim Turmp mengatakan bahwa Trump telah mengambil mantan Senator Amerika Serikat Dan Coats sebagai direktur intelijen nasionallnya. Hal itu merupakan tanda bahwa Trump tidak berencana menghilangkan ODNI.

Akan tetapi belum ada pernyataan resmi terkait hal tersebut. [mel]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA