Menteri Dikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan prioritas pertama diberikan kepada sekolah yang terdampak bencana, khususnya bencana alam. Prioritas berikutnya adalah sekolah yang mengalami kerusakan berat.
"Kemudian, sekolah yang ada di daerah 3 T (Tertinggal, Terluar, Terdepan)," kata Abdul Mu'ti kepada wartawan, Jumat malam, 11 September 2026.
Untuk pembangunan tahun ini, Kemendikdasmen telah memulai pembangunan di 11.744 satuan pendidikan. Sebagian di antaranya telah rampung, dengan jumlah sekolah yang selesai dibangun mencapai lebih dari 1.000 satuan pendidikan.
"Itu sudah mulai kita bangun, beberapa sudah selesai, yang sudah selesai sudah di atas 1.000 yang sudah selesai," kata Mu'ti.
Selain pembangunan, Kemendikdasmen juga merencanakan revitalisasi terhadap 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen menerapkan sistem swakelola dengan melibatkan pihak sekolah dan masyarakat sekitar dalam proses pengawasan.
"Dengan sistem swakelola itu, ada lima hal yang kami nilai sangat positif berdasarkan pengalaman tahun lalu. Pertama, itu lebih efisien. Jadi biayanya lebih murah karena dikerjakan sendiri oleh sekolah. Yang kedua, pekerjaannya lebih bagus karena mereka mengerjakan sendiri, jadi mereka melaksanakan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya. Kemudian yang ketiga itu menghasilkan, apa, punya dampak terhadap ekonomi karena yang bekerja masyarakat setempat," kata Mu'ti.
"Keempat itu juga ikut menggerakkan ekonomi karena material untuk pembangunan dikerjakan di daerah itu sehingga mereka belanja juga dari daerah setempat. Kemudian yang kelima, itu banyak yang sekolah-sekolah itu juga mendapatkan dukungan dari swadaya masyarakat," sambung Mu'ti.
BERITA TERKAIT: