Trump Bawa Gaya Koboi Dalam Kebijakan Luar Negerinya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 26 Desember 2016, 17:45 WIB
Trump Bawa Gaya Koboi Dalam Kebijakan Luar Negerinya
Donald Trump/Net
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump dinilai memiliki keinginan untuk menggunakan gaya koboi untuk kebijakan luar negerinya.

Hal ini terlihat dari kicauan Trump baru-baru ini yang menyebut bahwa Amerika harus memperluas kemampuan nuklirnya di masa mendatang. Kicauan itu dibuat Trump di akun twitternya kurang dari 24 jam setelah pertemuan Trump dengan pejabat Pentagon untuk membahas persenjataan nuklir AS.

Menurut managing editor dari Veterans Today dari Atlanta, Jim W. Dean mengatakan bahwa langkah tersebut juga dilihat sebagai semacam reaksi terhadap pernyataan Presiden Vladimir Putin yang menyarankan Rusia harus memperkuat senjata nuklirnya.

Menurut Dean, gaya koboi dalam kebijakan luar negeri Trump itu adalah untuk memenuhi karakter narsisis dan meninggalkan negara-negara lain di limbo atas apa dia akan yang harus dilakukan pada masalah nuklir.

"Nada Trump adalah gaya koboi dan menunjukkan narsisme bahwa ia selalu ingin perhatian pada dirinya," kata Dean seperti dimuat Press TV.

Dean memperingatkan bahwa menggunakan gaya koboi dalam kebijakan luar negeri mungkin cocok dalam beberapa kasus, namun itu bukanlah strategi yang baik bila terkait dengan rencana nuklir.

Sementara itu, Michael Lane, pendiri American Institute untuk Kebijakan Luar Negeri dari Washington, mengatakan bahwa Trump sebenarnya tengah memperingatkan dunia bahwa Amerika Serikat akan mengambil peran aktif dalam mengembangkan kemampuan nuklir dan bahwa ia tidak akan menjadi diplomat menganggur dan menonton proliferasi berlangsung.

Lane juga percaya bahwa Trump akan membawa kembali diplomasi koboi yang nekat liar. Namun Lane menyebutkan bahwa dua mantan Presiden Amerika Serikat yakni Richard Nixon dan Ronald Reagan merupakan tokoh yang sangat sukses dalam kebijakan luar negeri mereka dengan gaya koboi.

"Tweet Trump keluar hanya beberapa jam setelah Putin mereferensikan perbaharuan kemampuan nuklir Rusia dalam pidatonya," kata Lane.

Namun, ia mencatat bahwa pada kebanyakan isu-isu lain, tampak bahwa Trump dan Putin akan mencoba untuk memperbaiki hubungan AS-Rusia dan bekerja sama dalam banyak hal. Mereka akan bergaul dan menemukan area kepentingan umum daripada daerah-daerah konflik.

"Trump juga ingin mengirim pesan ke seluruh dunia bahwa hal-hal yang akan didekati secara berbeda dalam pemerintahannya," tegasnya. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA