Diketahui bahwa Resolusi yang diajukan Mesir menyerukan agar Israel menghentikan pembangunan pemukiman baru karena dinilai melanggar hukum internasional.
Pemungutan suara atas resolusi itu sedianya di Dewan Keamanan PBB pada Kamis (22/12). Namun Mesir mengundurkan diri beberapa saat sebelum pemungutan suara dimulai.
Langkah Mesir itu dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump membuat oposisi yang jelas. Israel pun kabarnya menghubungi tim transisi Trump untuk campur tangan.
Presiden Mesir Abdel al-Sisi sebelumnya telah berbicara dengan Trump melalui sambungan telepon. Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kator Sisi, disebutkan bahwa pemerintahan Amerika Serikat yang baru harus diberi kesempatan untuk menangani masalah tersebut.
Namun, empat anggota lain dari dewan keamanan PBB memperingatkan bahwa jika Mesir tidak menekan maju dengan resolusi maka negara-negara anggota lainnya akan melakukannya.
Selandia Baru, Venezuela, Malaysia, dan Senegal mengatakan mereka berhak untuk bergerak maju dengan suara tersebut. Kendati demikian tak satu pun dari keempat negara itu merupakan anggota tetap Dewan Keamanan, tapi melayani selama dua tahun.
[mel]
BERITA TERKAIT: