Kementerian Luar Negeri Israel ditugaskan oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menyusun mekanisme bantuan tersebut.
"Kita melihat tragedi penderitaan mengerikan warga sipil dan saya sudah meminta Kementerian Luar Negeri untuk mencari cara untuk memperluas bantuan medis kami terhadap warga sipil Suriah, khususnya di Aleppo di mana kita siap untuk mengambil para wanita yang terluka dan anak-anak dan juga orang-orang jika mereka bukan kombatan," kata Netanyahu.
Diketahui bahwa ada lebih dari 2.000 warga Suriah yang telah menerima perawatan medis di rumah sakit Israel sejak 2013.
"Kami ingin melakukan itu, membawa mereka ke Israel, merawat mereka di rumah sakit kami seperti yang kita lakukan dengan ribuan warga sipil Suriah," sambungnya.
Israel sendiri telah membuka pintu bagi warga Suriah sejak beberapa waktu lalu. Mayoritas dari mereka yang terluka dirawat di Medical Center Ziv di Sefad.
"Perang saudara Suriah dimulai pada 2011 dan kami di Ziv Medical Center telah memberikan bantuan medis kepada warga Suriah yang terluka sejak Februari 2013," kata Direktur Ziv, Dr. Salman Zarka.
Kami juga bangga telah membantu lebih dari 2.500 warga Suriah dengan bantuan," tegasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: