Ada Apa Di Balik Makan Malam Trump Dengan Orang Terkaya Di Meksiko?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 20 Desember 2016, 14:42 WIB
Ada Apa Di Balik Makan Malam Trump Dengan Orang Terkaya Di Meksiko?
Donald Trump/Net
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump menggelar pertemuan makan malam secara pribadi dengan orang terkaya di Meksiko, Carlos Slim di Trump Mar-a-Lago resort di Florida pada akhir pekan kemarin.

Tidak diketahui dengan pasti apa yang kedua miliuner itu perbincangkan dalam pertemuan tersebut. Trump, dalam sebuah pernyataan yang dimuat Washington Post hanya menyebut bahwa pertemuannya dengan Slim merupakan makan malam yang indah dengan pria yang luar biasa.

Pertemuan keduanya layak menjadi sorotan mengingat perselisihan yang pernah terjadi semasa kampanye pemilu AS beberapa waktu lalu.

Semasa kampanye lalu, Trump pernah menyebut Slim sebagai seorang manipulator yang mengatur konspirasi untuk mengalahkannya dalam kampanye. Ia menekankan kepemilikan Slim pada saham New York Times dan persahabatannya dengan Bill Clinton.

"Senar yang ditarik oleh Carlos Slim dari Meksiko, seorang miliarder dari Nafta dan mendukung kebijakan perbatasan terbuka Hillary Clinton," kata Trump tertanggal 23 Oktober lalu di tengah kampanyenya.

Namun perselisihan itu nampaknya disisihkan ketika keduanya bertemu akhir pekan kemarin.

Washington Post mengabarkan bahwa mantan manager kampanye Trump Cory Lewandowski sebelumnya pergi ke Meksiko untuk mengatur pertemuan keduanya. Sejumlah isu penting yang masuk dalam agenda pembahasan antara lain adalah soal perdagangan dan ekonomi.

Langkah Trump patut disorot karena juga mengingat Trump kerap melontarkan komentar negatif soal Meksiko semasa kampanye dan berjanji untuk membangun dinding perbatasan dan mendeportasi jutaan migran.

"Dia tampaknya tidak memiliki teman Meksiko yang baik," kata Federico Estevez, profesor ilmu politik di Autonomous Technological Institute of Mexico.

"Satu-satunya orang Meksiko dia tahu dan dia benci adalah seperti Slim," sambungnya.

Slim sendiri belum memberikan komentar soal pertemuannya dengan Trump. Namun pasca pemilu, sikapnya tampak melunak soal Amerika Serikat.

Dalam sebuah forum bisnis baru-baru ini, Slim pernah menyebut bahwa "Jika Amerika Serikat tumbuh 4 persen, meningkatkan infrastruktur dan menurunkan pajak, adalah hal yang baik.

Editor majalah Meksiko Esteban Illades menganalisan bahwa ada kepentingan bisnis dari balik pertemuan tersebut.

"Dia (Slim) tertarik dengan kepentingan dalam bisnisnya. Sehingga ia bisa bertemu Trump untuk memastikan bahwa tidak ada yang terjadi untuk semua transaksi di Amerika Serikat," kata Illades.

"Slim mungkin memperhatikan bahwa pemerintah Meksiko tidak melakukan cukup untuk mengamankan bisnis di Amerika Serikat, jadi dia mengambil diplomasi ke tangannya sendiri," tandasnya. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA