Kebijakan Nol Toleransi Terhadap Narkoba Bisa Lebih Berbahaya Daripada Perang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Minggu, 11 Desember 2016, 15:24 WIB
Kebijakan Nol Toleransi Terhadap Narkoba Bisa Lebih Berbahaya Daripada Perang
Juan Manuel Santos/BBC
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Kolombia Juan Manuel Santos menggunakan momen penerimaan Hadiah Nobel Perdamaian untuk mengajak dunia memikirkan kembali soal perang terhadap narkoba.

Ia menekankan bahwa kebijakan nol toleransi dalam perang terhadap narkoba bahkan bisa menjadi lebih berbahaya dari semua perang lainnya yang terjadi di dunia.

"Ini waktunya mengubah strategi kita (dalam perang melawan narkoba)." kata Santos.

Santos menambahkan bahwa Kolombia telah memiliki pengalaman soal hal itu dan membayar biaya yang tinggi atas kematian sia-sia dan pengorbanan dalam perang melawan narkoba.

"Kita memiliki otoritas moral untuk menyatakan bahwa setelah puluhan tahun memerangi perdagangan narkoba, dunia masih tidak mampu mengendalikan bencana ini yang menjadi bahan bakar kekerasan dan korupsi di seluruh komunitas global," kata Santos.

"Tidak masuk akal untuk memenjarakan seorang petani yang menanam ganja, ketika saat ini, misalnya, budidaya dan penggunaan adalah legal di delapan negara bagian di Amerika Serikat," tambahnya.

Santos diketahui mendapatkan hadiah kehormatan tersebut atas peran dan upaya kerasnya menjalin perdamaian dengan kelompok pemberontak FARC di negaranya. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA