Kerjasama Hentikan Penyebaran Ekstrimis, Facebook, Microsoft, Twitter Dan YouTube Siapkan Identifikasi Sidik Jari

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 06 Desember 2016, 17:19 WIB
Kerjasama Hentikan Penyebaran Ekstrimis, Facebook, Microsoft, Twitter Dan YouTube Siapkan Identifikasi Sidik Jari
Ilustrasi/Net
Kecil Besar
rmol news logo Empat rakasasa teknologi dunia yakni Facebook, Microsoft, Twitter dan YouTube berkolaborasi untuk menghentikan kekerasan, gambar ekstremis dan video yang disebarkan melalui aplikasi atau situs mereka.

Keempat pemimpin perusahaan teknologi itu berencana membuat sebuah database yang berisi konten sidik jari digital.

Database ini akan digunakan di layar upload untuk melihat materi kekerasan atau ekstrimis sebelum dibagikan.

"Tidak ada tempat untuk konten yang mempromosikan terorisme pada layanan konsumen kami," kata juru bicara Twitter dalam sebuah pernyataan seperti dimuat BBC.

Ia mengatakan bahwa inisiatif ini ditujukkan pada gambar dan video yang dianggap paling ekstrim dan mengerikan.

Database akan diisi dengan foto-foto digital gambar dan video yang dikenal sebagai "hash" yang merupakan cara standar industri untuk mengidentifikasi file.

Konten hash yang diakui sebagai ekstrimis atau kekerasan akan disebar di antara empat perusahaan tersebut agard apat mengidentifikasinya di situs dan layanan masing-masing.

Namun keempat perusahaan itu juga mempersiapkan potensi adanya kesalahan identifikasi. Jadi, siapapun yang merasa bahwa konten mereka salah ditandai akan bisa mengajukan banding terhadap penghapusan.

Juru bicara Twitter mengatakan proyek bersama itu akan membuat perusahaan lebih efisien dalam menghapus konten yang melanggar kebijakan mereka yang mengatur apa yang bisa diposting dan dibagikan. [mel]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA