Aung San Suu Kyi: Tak Ada Gunanya Tabuh Drum Kebencian Di Myanmar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 03 Desember 2016, 22:25 WIB
Kecil Besar
rmol news logo Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi menyebut bahwa masyarakat internasional memicu kebencian antara umat Buddhha dan Muslim di negara tersebut.

Ia menyerukan adanya pemahaman atas kompleksitas etnis bangsanya.

"Saya akan sangat mengapresiasi bila masyarakat internasional mau membantu kita dalam menjaga perdamaian dan stabilitas, dalam membangun hubungan lebih baik antara kedua komunitas daripada menabuh drum kebencian," kata Suu Kyi saat berkunjung ke Singapura akhir pekan ini.

Diketahui bahwa konflik yang terjadi di wilayah Rakhine di mana pasukan militer Myanmar telah menewaskan setidaknya 86 orang dan membuat sekitar 10 ribu muslim Rohingnya melarikan diri ke Bangladesh.

Ia juga mengajak masyarakat dunia tidak melupakan sikap militer Myanmar yang berusaha mengamankan daerah Rakhine dari gerilyawan anarkis.

"Tidak akan membantu bila setiap orang hanya fokus pada sisi negatif dari situasi ini, dan bukan melihat fakta bahwa kita di serang di pos penjgaan," tegasnya. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA