Pasca Revolusi, Kuba Gemilang Di Bidang Pendidikan Dan Kesehatan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 28 November 2016, 17:18 WIB
Pasca Revolusi, Kuba Gemilang Di Bidang Pendidikan Dan Kesehatan
Fidel Castro/Net
Kecil Besar
RMOL. Bagi sebagian orang, Fidel Castro dikenang sebagai sosok totaliter yang anti kebebasan berbicara.

Namun di sisi lain, bagi para pembela dan pengagumnya, Fidel Castro merupakan sosok pemimpin yang membawa secercah cahaya harapan yang membawa kemajuan dalam sejumlah bidang, termasuk pendidikan dan kesehatan.

Berdasarkan angka dari badan anak-anak PBB, Unicef, tingkat melek huruf anak-anak muda Kuba adalah 100 persen, sama seperti tingkat melek huruf orang dewasa.

Bila di bandingkan dengan Meksiko, angka ini lebih tinggi. Pasalnya angka melek huruf di kalangan pemuda adalah 98,5 persen sedangkan di tingkat dewasa adalah 93,5 persen. Di Dominikai, keaksaraan pemuda adalah 98,1 persen dan kekasaraan di level orang dewasa adalah 90 persen.

Pada tahun-tahun awal revolusi, banyak perubahan positif yang dibuat di bidang pendidikan. Paling tidak selama kampanye 1961 untuk memberantas tingkat buta huruf.

Perkembangan positif juga terjadi di sektor kesehatan. Reputasi biang medis Kuba diakui oleh negara-negara di kawasan. Kuba kerap mengirimkan bantuan medis ke negara-negara tetangganya yang dilanda bencana alam ataupun wabah penyakit.

Beberapa waktu terakhir, tim medis Kuba juga lah yang ikut berperan dalam penanganan Ebola di Afrika barat.

Pada bulan Oktober 2014, 15.000 tenaga medis sukarela berpartisipasi dalam upaya bantuan. Lebih dari 450 dokter Kuba dilatih khusus dan perawat tiba di Liberia, Guinea dan Sierra Leone untuk memerangi penyakit ini, membuat mereka kekuatan medis tunggal terbesar nasional.

Seorang dokter mengatakan kepada Reuters pada saat itu ia dan rekan-rekannya merasa mereka memiliki tanggung jawab untuk membantu.

Kuba juga merupakan negara dengan rasio dokter yang tinggi. Pendekatan medis berpusat di masyarakat.

Hal itu menarik perhatian negara-negara Barat. Pada tahun 200, Inggris mengirimkan 100 dokter dan delegasi dari Departemen Kesehatan ke Kuba untuk menemukan bagaimana Kuba berhasil memberikan perawatan pada anggaran yang jauh lebih kecil. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA