Begitu bunyi studi terbaru yang dibuat oleh Centre for Economics and Business Research yang didanai oleh aliansi politisi dari Partai buruh dan Liberal yang mencoba menghentukan hengkangnya Inggris secara kasar dari Uni Eropa (hard Brexit). Hengkangnya Inggris dari Uni Eropa dikenal juga dengan istilah Brexit.
Studi tersebut menemukan bahwa setiap sektor yang menciptakan kekayaan utama di Inggris akan terkena dampak negatif bila terkena hambatan untuk perdagangan Uni Eropa. Sektor yang paling terpukul adalah manufaktur.
Sementara itu, sektor industri kreatif juga akan terhantam karena ada kontrol yang ketat dalam imigrasi.
Studi tersebut mengkaji konsekuensi dari Brexit yang secara otomatis juga meninggalkan pasar tunggal yang mendukung perjanjian perdagangan bebas.
Perdana Menteri Inggris Theresa May sendiri telah mengisyaratkan bahwa pihaknya tengah melakukan pendekatan sektoral agar imbas Brexit tidak terlalu mengguncang perekonomian Inggris.
Namun laporan terbaru justru menunjukkan adanya peringatan soal masa depan sektor-sektor utama penggerak ekonomi Inggris.
"Semua sektor utama yang terkait dengan Uni Eropa dan bisa dirugikan jika pemerintah Inggris berusaha mencari perjanjian perdagangan bebas yang diprioritaskan beberapa sektor atas yang lainya," kata laporan tersebut seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
BERITA TERKAIT: