Fidel Castro Wafat, Trump: Dunia Menandai Kepergian Diktator Brutal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Minggu, 27 November 2016, 00:18 WIB
Fidel Castro Wafat, Trump: Dunia Menandai Kepergian Diktator Brutal
Donald Trump/Net
Kecil Besar
rmol news logo Pemimpin revolusi Kuba Fidel Castro merupakan sosok diktator yang brutal.

Itu pandangan Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump yang disampaikan selang beberapa jam pasca wafatnya Fidel Castro (Sabtu, 26/11).

"Hari ini, dunia menandai kepergian seorang diktator brutal yang menindas rakyat sendiri selama hampir enam dekade," kata Trump dalam pernyataan resminya seperti dimuat The Guardian.

"Warisan Fidel Castro adalah salah satu regu tembak, pencurian, penderitaan yang tak terbayangkan, kemiskinan dan penolakan hak asasi manusia."

Trump berharap bahwa pasca wafatnya Castro, warga Kuba bisa bergerak maju menuju masa depan yang lebih bebas.

"Saat Kuba masih menjadi pulau yang totaliter, adalah harapan saya bahwa hari ini bisa menandai pergerakan dari kengerian yang bertahan terlalu lama, dan menuju masa depan di mana orang-orang Kuba yang indah akhirnya hidup dalam kebebasan mereka," kata Trump dalam sebuah pernyataan seperti dimuat BBC.

Di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama, hubungan Amerika Serikat-Kuba menghangat dan hubungan diplomatik dipulihkan pada tahun 2015 setelah beberapa dekade ketegangan.

Namun kebijakan Obama mendapatkan kritik dari Trump semasa kampanye. Ia pernah menyebut bahwa pemerintahannya akan melakukan semua yang bisa dilakukan untuk memastikan Kuba bisa memulai perjalanan mereka menuju kemakmuran dan kebebasan.

Sebelumnya, Trump hanya bereaksi di Twitter dengan menyebut bahwa "Fidel Castro sudah mati". [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA