"Hari ini ketika kawasan berada dalam kondisi kritis, kerjasama dan konsultasi antara Tehran dan Angkara adalah untuk memecahkan masalah yang bisa membuat perbedaan," kata Rouhani saat berjumpa dengan Menteri Luar Negeri Turki akhir pekan ini (Sabtu, 26/11).
Kendati ada perbedaan antara Iran dan Turki, namun kedua belah pihak sama-sama berusaha untuk menyatukan pandangan, terutama soal Irak dan Suriah.
"Melestarikan integritas wilayah dan persatuan nasional Irak dan Suriah merupakan kepentingan Iran dan Turki serta yang dari perdamaian dan stabilitas regional," kata Menlu Turki.
Diketahui bahwa Iran, negara Muslim Syiah, adalah sekutu utama Presiden Bashar al-Assad dalam perang sipil Suriah, sementara Turki yang memiliki mayoritas Sunni telah menjadi salah satu kritikus paling sengit dan telah mendukung lawan-lawannya.
Iran telah bergabung Irak dalam mengkritik kehadiran militer Turki di Irak utara, yang Ankara mengatakan adalah atas undangan dari pemerintah daerah Kurdi.
Namun hubungan antara kedua tetangga tampaknya telah membaik setelah Iran mendukung pemerintah Turki pasca kudeta militer gagal pada bulan Juli lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: