Aleppo, kota terbesar di Suriah itu diketahui terbagi antara bagian utara dan barat pasca perang sipil. Bagian barat dikuasai pemerintah, sedangkan bagian timur dikuasai oleh kelompok pemberontak.
PBB pekan lalu merilis data yang menyebut bahwa saat ini setidaknya ada 250 ribu warga sipil Suriah yang terjebak di Aleppo bagian timur di bawah pemberontak.
Kelompok pemberontak sengaja menahan warga sipil untuk tetap berada di bawah kendali mereka sebagai strategi atas konflik tersebut, Mereka menggunakan warga sipil sebagai tameng ataupun alasan bagi setiap serangan yang terjadi di wilayahnya.
PBB mengkhawatirkan para warga sipil tersebut kekurangan akses terhadap makanan, medis dan kebutuhan sehari-hari. Mereka juga rentan menjadi korban serangan karena tidak memiliki jalan keluar untuk melarikan diri dari wilayah Aleppo timur.
Bila pemerintah Suriah berhasil menguasai seluruh wilayah Aleppo, maka hal itu akan menjadi kemenangan besar bagi Presiden Suriah Bashar Al-Assad setelah 6,5 tahun pertempuran.
Sebuah sumber militer Suriah dan Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia yang memantau perang menyebut bahwa pemerintah Suriah dan sekutu telah menguasai sekitar 80 persen dari kabupaten perumahan Hanano, yang terletak di garis depan timur laut dari sektor timur.
[mel]
BERITA TERKAIT: