
Mantan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev merasa sangat berduka atas kepergian sosok revolusioner Kuba Fidel Castro yang juga merupakan sekutunya pada masa itu.
"Fidel berdiri dan memperkuat negaranya selama blokade Amerika Serikat paling keras, ketika ada tekanan kolosal pada dirinya dan ia masih bisa membawa negaraya keluar dari blokade ini ke jalur pengembangan independen," kata Gorbachev usai kabar soal kemantian Castro resemi diumumkan.
Ia menyebut bahwa ia sangat bersedih dengan kepergian Castro, namun Castro akan tetap dalam ingatannya sebagai politisi dan teman yang luar biasa.
"Kami menjadi teman dan tetap berteman sampai akhir," ujar Gorbachev.
"Pada abad ke-20, Fidel Castro melakukan segalanya untuk menghancurkan sistem kolonial, untuk membangun hubungan kerjasama," tutupnya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: