Bocah Suriah Berlumuran Darah "Di Tengah" Obama Dan Putin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 19 Agustus 2016, 11:31 WIB
Bocah Suriah Berlumuran Darah "Di Tengah" Obama Dan Putin
Ilustrasi, editan foto Omran di tengah Putin dan Obama/Repro
rmol news logo Sebuah foto anak laki-laki Suriah yang berlumuran debu dan darah akibat terkena serangan di sebuah gedung di Aleppo menjadi sorotan secara viral di seluruh dunia.

Dalam sebuah foto, anak laki-laki berusia 5 tahun yang kemudian diketahui bernama Omran Daqneesh itu tampak duduk dengan tatapan kosong di dalam sebuah ambulans.

Tubuhnya penuh dengan debu serpihan puing bangunan yang hancur akibat serangan. Bagian keningnya tampak terluka karena terdapat darah yang mengalir hingga menutupi sebagian wajahnya.

Kelompok pro-oposisi Aleppo menyebut bahwa gambar tersebut diambil di distrik Qaterji yang dikuasai pemberontak pada Rabu (17/8). Gambar diambil pasca serangan udara dilakukan oleh Rusia. Dalam serangan tersebut, tiga orang tewas dan 12 lainnya luka-luka.

Omran sendiri diselamatkan dari bangunan yang hancur dengan bantuan dari tenaga medis. Ia kemudian ditempatkan di kursi belakang ambulans.

Ia tak tampak menangis. Sebaliknya, ia terlihat tertegun dengan tatapan kosong.

Foto Omran tersebut seketika menyebar secara viral dan memicu reaksi serta simpati masyarakat di dunia terutama di media sosial.

Sejumlah editan foto menyindir serta ilustrasi dibuat oleh sebagian orang. Di antara gambar tersebut adalah ilustrasi Omran dan anak malang Suriah lainnya, yakni Alan Kurdi yang jasadnya terdampar di pinggir pantai Turki saat ia dan keluarganya tengah menyebrang Yunani.

Gambar lainnya Omran tampak berada di tengah perbincangan antara Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Ilustrasi tersebut agaknya menarik perhatian, pasalnya saat ini baik Rusia maupun koalisi pimpinan Amerika Serikat tengah melancarkan serangan di Suriah.

"Korban anak tertegun dengan berlumuran darah menunjukkan kengerian di Aleppo," kata anggota Dewan Nasional Suriah Adib Shishakly. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA