Target 2030 Bebas AIDS Sulit Terealisasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 01 Agustus 2016, 12:57 WIB
Target 2030 Bebas AIDS Sulit Terealisasi
Seorang wanita berjalan melintasi spanduk kampanye pemberantasan hiv aids/net
Kecil Besar
rmol news logo Target untuk mengakhiri masalah AIDS di dunia pada tahun 2030 mendatang mengalami kegoyahan.

Pasalnya, sejumlah masalah bermunculan, seperti obat-obatan yang didistribusikan kurang memberikan efek, jumlah infeksi yang meningkat, serta turunnya jumlah pendanaan.

Para ahli memperingatkan bahwa masalah-masalah tersebut menghalangi prospek pemberantasan epidemi, terutama di kawasan Afrika.

Padahal PBB telah mencanangkan target untuk mengakhiri AIDS di Afrika pada tahun 2030. Untuk mencapai target tersebut, PBB didukung oleh donor dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat.

Namun kenyataanya di lapangan tidak sejalan dengan target. Banyak ahli percaya bahwa epidemi akan terus menyebar dan korban tewas akibat AIDS masih mencapai 1,5 juta orang per tahun.

"Saya tidak percaya slogan 'akhir Aids pada tahun 2030' merupakan hal yang realistis, justru malah kontraproduktif. Aids masih salah satu pembunuh terbesar di dunia," kata Prof Peter Piot, direktur eksekutif UNAIDS dan direktur London School of Hygiene dan Tropical Medicine.

Dikabarkan The Guardian, data terbaru menunjukkan bahwa setiap tahunnya di seluruh dunia, hampir 2 juta orang, sekitar 60 persen di antaranya adalah gadis remaja menjadi pengidap baru AIDS.

Sedangkan, negara donor setiap tahunnya memangkas anggaran untuk AIDS. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA