Dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan untuk menandai dua tahun aneksasi Krimea, sebanyak 28 negara anggota Uni Eropa menyebut bahwa pembangunan militer Rusia di Krimea saat ini mengkhawatirkan.
Uni Eropa, dalam pernyataan yang sama juga menegaskan akan tetap mempertahankan sanksi yang melarang perusahaan-perusahaan Eropa untuk menanam investasi dalam eksporasi minyak dan gas di Laut Hitam Rusia.
"Uni Eropa tetap berkomitmen untuk sepenuhnya menerapkan kebijakan non-pengakuannya, termasuk melalui tindakan pembatasan," kata Dewan Eropa, yang mewakili pemerintah Uni Eropa dalam pernyataan tersebut.
"Uni Eropa menyerukan lagi kepada negara-negara anggota PBB lainnya untuk mempertimbangkan langkah-langkah non-pengakuan yang sama," sambung pernyataan yang sama.
Menanggapi hal tersebut, Kremlin mengatakan bahwa isu Krimea bukan soal negosiasi atau kontrak internasional.
"Posisi kami jelas, ini merupakan wilayah dari Federasi Rusia Rusia yang belum dibahas dan tidak akan pernah kami bahas dengan siapapun," kata juru bicara Presiden Vladimir Putin Dmitry Peskov dalam teleconference dengan wartawan.
"Dalam hal ini kita harus memperlakukan dengan hormat ekspresi kehendak warga Krimea dan keputusan yang diambil dua tahun lalu," tegasnya seperti dimuat
Reuters.
[mel]
BERITA TERKAIT: