Di antara koleksinya tersebut adalah seekor harimau yang kelaparan karena tidak makan sejak beberapa hari terakhir. Harimau tersebut dijual dengan harga sekitar 23 ribu dolar AS.
Oweida yang menjadi pemilik dari kebun binatang di wilayah Khan Younis, Palestina terpaksa menjual hewan-hewan koleksinya karena kesulitan memberi makan di tengah kondisi perang dan intervensi. Akibatnya, hewan-hewan tersebut berada dalam kondisi kurus, kelaparan dan memprihatinkan.
"Saya harus menjual mereka untuk menyelamatkan mereka," kata Oweida seperti dimuat The Guardian awal pekan ini.
Ia menjelaskan bahwa sejauh ini telah ada 200 hewan koleksinya yang mati kelaparan pasca perang tujuh minggu antara Israel dan militan Palestina tahun 2014 lalu. Sejak saat itu ia kesulitan mendapatkan makanan untuk mereka.
Oweida kemudian memutuskan untuk menjual 15 hewan koleksinya, termasuk singa, harimau dan simpanse. [mel]
BERITA TERKAIT: