Mereka adalah wartawan surat kabar El Tayar. Puluhan wartawan itu melakukan aksi unjuk rasa dengan mengingat tangan dengan rantai dan terhubung satu sama lain di depan kantor mereka pekan ini.
"Kami ingin menarik perhatian pada kesulitan yang dihadapi oleh wartawan dan pembatasan kebebasan pers di negeri ini pada umumnya," kata Khalid Fathi, managing editor surat kabar tersebut seperti dimuat The Guardian (Kamis, 3/3).
Sedangkan wartawan lainnya, larangan itu menandai pergeseran yang signifikan dalam perjuangan untuk kebebasan berekspresi di Sudan.
"Ini adalah aksi mogok makan pertama yang terjadi dari kalangan wartawan dalam sejarah pers di Sudan," ujarnya.
Pembredelan itu dilakukan menyusul penangkapan editor in chief El Tayar sendiri yakni Osman Marghani. Saat ini ia menghadapi ancaman hukuman mati atas tuduhan yang menyebut bahwa ia menggunakan publikasi media untuk menghasut terkait dengan Arab spring. [mel]
BERITA TERKAIT: