Seorang juru bicara untuk Presiden Suriah Bashar Al-Assad mengatakan bahwa Putin dan Assad dalam percakapan tersebut menekankan perlunya upaya berkelanjutan untuk melawan kelompok militan seperti ISIS, al-Qaeda dan kelompok teroris lainnya.
Sedangkan Kremlin menakankan bahwa sikap sekutunya, Suriah telah menegaskan kesiapan untuk memfasilitasi pelaksanaan gencatan senjata.
Setelah menelepon Assad, Putin segera menelpon Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud. Dikabarkan
The Independent, dalam percakapan itu Raja Salman menyambut perjanjian gencatan senjata dan berjanji untuk mendukung Rusia dalam pelaksanaanya.
Kemudian, Putin pun menelepon Presiden Iran Hassan Rouhani. Menurut kantor kepresidenan Rusia, kedua belah pihak membahas upaya bersama untuk menyelesaikan krisis Suriah dalam perbincangan telepon tersebut.
Pimpinan negara lainnya yang juga ditelepon Putin di hari yang sama adalah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Putin dan Netanyahu membahas kerjasama terkait masalah Timur Tengah, termasuk Suriah.
Rusia diketahui memainkan peran kunci dalam menengahi upaya penghentian permusuhan melalui gencatan senjata di Suriah yang akan dilakukan pada Sabtu pekan ini.
Gencatan senjata sementara itu telah disepakati oleh rezim Suriah dan sejumlah kelompok oposisi, kecuali ISIS dan Jabhat al-Nusra.
[mel]
BERITA TERKAIT: