"Setelah berkonsultasi dengan perdana menteri dan ketua parlemen pada masalah keamanan , situasi di perbatasan dan di wilayah tersebut secara keseluruhan , presiden republik ini telah memutuskan sekali lagi untuk menyatakan keadaan darurat selama satu bulan , mulai dari tanggal 22 Februari , 2016, " demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor kepresidenan melalui akun resmi pada Minggu (21/2) seperti dimuat
Press TV.
Keadaan darurat itu memberdayakan para pejabat untuk melarang pertemuan atau perkumpulan yang dinilai berpotensi menyulut kerusuhan. Selain itu, status siaga juga memungkinkan pihak berwenang untuk menutup tempat hiburan dan menyensor pers.
Tunisia diketahui memberlakukan keadaan darurat nasional selama satu bulan menyusul serangan bom mematikan di sebuah bus yang membawa pengawal presiden. Dalam ledakan tersebut, sebanyak 12 orang tewas dan 16 lainnya luka-luka. Kelompok militan ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut.
Kemudian pada akhir Desember, Tunisia memutuskan untuk memperpanjang keadaan darurat selama dua bulan hingga bulan Februari 2016 ini. Saat ini, Tunisia kembali memperpanjang status darurat nasional untuk satu bulan ke depan.
[mel]
BERITA TERKAIT: