Pengakuan itu dibuatnya dalam pengadilan yang digelar di pengadilan Victoria pada Senin (14/12).
Remaja itu diketahui diamankan di rumahnya di Greenvale Australia dalam sebuah penggerebekkan Mei lalu.
Dalam persidangan hari ini, seperti dimuat
Reuters, remaja yang tidak disebutka namanya karena usia di bawah umur itu mengaku bersalah karena terlibat dalam perencanaan aksi teror.
Australia diketahui memperketat keamanan di dalam negeri menyusul semakin meningkatnya ancaman teror di negeri kanguru itu, terutama yang datang dari kelompok militan ISIS.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: