Presiden Korea Selatan Park Geun-hye pada Kamis (10/12) menyebut bahwa angka kelahiran Korea Selatan saat ini semakin rendah. Park menyebut, hal tersebut karena banyaknya masyarakat Korea Selatan yang menunda pernikah yang berakar pada kurangnya lapangan pekerjaan yang layak.
Masalah rendahnya angka kelahiran buka baru ini diperhatikan oleh Korea Selatan. Sejak tahun 2005, Korea Selatan menggelontorkan dana sekitar 80 triliun won demi menyelesaikan masalah rendahnya angka kelahiran.
Upaya tersebut tidak mencapai hasil yang cukup maksimal. Paslanya, hingga tahun 2014 lalu, angka kelahiran di Korea Selatan hanya sebesar 1,2, naik tipis dari 1,08 pada tahun 2005.
Dengan demikian, Korea Selatan masih belum tuntas dengan masalah angka kelahiran. Minimal Korea Selatan perlu meningkatkan angka kelahiran menjadi 2,1 untuk membuat populasi penduduknya stabil.
Demi mengatasai masalah tersebut, Park berencana meningkatkan lapangan pekerjaan yang layak dengan cara mendorong reformasi tenaga kerja dan revitalisasi ekonomi.
Menurut perhitungan, pada tahun 2018 mendatang, Korea Selatan diprediksi memiliki banyak populasi masyarakat lanjut usia di mana 14 persen dari populasi adalah mereka yang berusia 65 tahun dan lebih. Demikian seperti dimuat
Yonhap.
[mel]
BERITA TERKAIT: