Menurut keterangan polisi federal Argentina pada Sabtu (5/12), keenam orang tersebut ditangkap di sebuah hotel di pusat kota Buenos Aires Argentina pada Jumat (4/12). Keenam orang tersebut baru saja tiba di Argentina sehari sebelumnya.
Saat ditangkap, keenam orang tersebut tidak bersenjata dan hanya dijerat dengan pasal dokumen perjalanan palsu. Satu orang di antaranya diketahui berusia di bawah 18 tahun.
Dugaan sementara, paspor palsu tersebut dibuat di Turki.
Proses pemeriksaan pun masih terus dilakukan.
Kasus penangkapan warga Suriah di Argentina tersebut agaknya semakin menunjukkan bahwa kawasan Amerika Selatan dan Amerika Tengah menjadi tujuan baru bagi pengungsi dari negara-negara konflik seperti Suriah dan Irak.
Pasalnya, sebelum kasus pemalsuan paspor di Argentina, dalam beberapa bulan terakhir, serangkaian penangkapan dilakukan di sejumlah negara Amerika Selatan dan Amerika Tengah.
Kurang dari tiga minggu lalu, sbanyak lima orang Suriah ditangkap setelah kedapatan membayar penyelundup senilai 10 ribu dolar AS untuk melakukan perjalanan melalui Brazil, Argentina dan Kosta Rika saat menuju Amerika Serikat.
Sementara itu Oktober lalu, Brasil menahan delapan warga Irak yang bepergian dengan paspor Yunani palsu. Mereka diketahui mendapatkan paspor palsu tersebut di Turki. Demikian seperti dilansir
Reuters.
[mel]
BERITA TERKAIT: