Pasalnya, hasil identifikasi menemukan bahwa hampir setengah kasus penularan Middle East Respiratory Syndrome (Mers) terjadi di rumah sakit tersebut.
"Kami mohon maaf karena menyebabkan keprihatinan besar sejak Samsung Medical Center menjadi pusat penyebaran Mers," kata Presiden rumah sakit tersebut Song Jae-hoon.
"Hal ini sepenuhnya tanggung jawab dan kegagalan kami, karena kami tidak secara benar mengelola staf dan ruang gawat darurat," sambungnya. seperti dimuat
BBC.
Di hadapan wartawan, ia pun menyebut bahwa Samsung Medical Center akan menghentikan sementara semua operasional medis di rumah sakit tersebut. Termasuk di antaranya pasien rawat jalan maupun menangani pasien baru. Rumah sakit itu pun akan menghentikan operasi yang dirasa tidak perlu dilakukan. Hal itu dilakukan untuk mencegah infeksi lebih lanjut antara pasien dan staf medis.
Song menyebut, pihaknya akan meninjau penghentian sementara layanan hingga tanggal 24 Juni mendatang.
Diketahui, menyusul merebaknya virus MERS tersebut, pihak berwenang mengambil langkah cepat dengan menelusuri sumber penyebaran. Salah satu sumber penyebaran terbesar diketahui adalah Samsung Medical Center.
Diyakini bahwa virus menyebar antar sesama pasien dan staf medis di rumah sakit.
Sejauh ini, telah ada sekitar 70 kasus MERS di Korea Selatan yang telah merenggut setidaknya 16 orang korban tewas.
[mel]
BERITA TERKAIT: