"Pertemuan Bangkok merupakan sebuah kesempatan untuk mengembangkan sebuah upaya yang sungguh-sungguh untuk menyelesaikan semua dimensi dari krisis ini sejalan dengan hukum HAM internasional yang tidak boleh dilewatkan," kata Direktur Amnesty International Asia Pasifik, Richard Bennett.
"Kita telah melihat ribuan orang berdesak-desakan di dalam perahu dengan sedikit atau tanpa makanan atau air minum, sementara pemerintah-pemerintah lambat menyediakan tempat penampungan atau bantuan kemanusian dasar lainnya. Jelas dibutuhkan sebuah tindakan segera," sambungnya seperti rilis yang diterima redaksi.
Perlu diketahui, Indonesia, Thailand, dan Malaysia telah mengambil langkah-langkah awal untuk menawarkan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi yang terlantar.
Namun demikian, bantuan kemanusiaan semacam itu harus ditingkatkan untuk menyelesaikan semua bentuk migrasi sambil terus menghirmati nilai-nilai HAM.
"Negara-negara harus mengembangkan seperangkat kebijakan bersama untuk memastikan bahwa para pengungsi dan migranĂ¢â‚¬" termasuk orang-orang yang melarikan diri dari persekusi dapat dilindungi, dan tidak dikriminalisasi atau ditinggalkanm," tandasnya.
Pada pertemuan di Bangkok hari ini dihadiri oleh perwakilan dari 17 negara. Mereka akan membahas soal krisis pengungsi dan migran yang saat ini semakin marak di kawasan Asia Tenggara.
[mel]
BERITA TERKAIT: