RMOL. Australia berupaya untuk melucuti status kewarganegaraan dari warganya yang memiliki kewarganegaraan ganda dan tercatat ikut ambil bagian dalam kelompok militan yang melancarkan serangan.
Begitu penegasan yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Australia Tony Abbott pada Selasa (26/5). Kebijakan itu diambil sebagai langkah baru yang diambil oleh negeri kanguru yang bertujuan untuk memerangi ancaman radikalisme.
Abbott mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 100 warga negara Australia yang ikut dalam kelompok militan di Irak dan Suriah. Merek didukung oleh sekitar 150 orang fasilitator yang berada di Australia. Diperkirakan, 40 hingga 50 persen dari mereka yang berjuang dengan kelompok militan diluar negeri diyakini memiliki kewarganegaraan ganda.
"Hari ini saya mengumumkan bahwa kita akan melegislasi dalam beberapa minggu ke depan untuk mencabut kewarganegaraan ganda yang terlibat dalam terorisme," kata Abbott seperti dimuat
Channel News Asia.
Pekan ini, Abbott langsung menunjuk koordinator kontra-terorisme baru sebagai bagian dari undang-undang keamanan baru yang bertujuan menghentikan ancaman terorisme.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: