Seruan untuk mundurnya Park dari kursi Perdana Menteri Korea Selatan muncul sejak beberapa pekan lalu. Tepatnya pada 9 April setelah seorang hartawan Seung Won-jong ditemukan bunuh diri tergantung di sebuah pohon di Seoul.
Sung yang tengah berada dalam penyelidikan atas kasus penipuan dan penyuapan itu meninggalkan catatan yang berisi daftar nama dan jumlah uang tunai yang pernah diberikannya diberikan kepada pejabat tinggi sebagai bentuk suap. Termasuk di antara mereka adalah tokoh-tokoh yang bekerja untuk Presiden. Lee Wan-ko termasuk salah satu di antaranya.
Lee dan tujuh politisi lainnya yang berkaitan dengan Presiden Korea Selatan kemudian berada di bawah investigasi. Sebuah tim jaksa khusus telah dibentuk untuk menyelidiki kasus tersebut.
Lee sendiri dengan tegas membantah tuduhan itu.
"Jika ada bukti, saya akan memberikan hidup saya Sebagai Perdana Menteri, saya akan menjadi yang pertama menerima petugas penyelidik pertama," sebut Lee seperti dimuat
BBC.
Lee sendiri masih akan berkantor dan menjalankan perannya sebagai Perdana Menteri hingga Presiden Korea Selatan Park Geun-hye menerima surat pengunduran dirinya.
Menurut kantor kepresidenan Korea Selatan, Park telah mendengar soal pengajuan surat pengunduran dirinya itu dan mengaku menyayangkan hal tersebut.
Namun demikian, belum ada komentar atau konfirmasi lebih lanjut dari Park soal pengunduran diri Lee tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: