Bukan hanya itu, saluran listrik dan air, jalan, serta komunikasi terputus karena banjir dan hujan lebar yang terus mengguyur wilayah tersebut sejak sehari sebelumnya.
Tim penyelamat pun segera melakukan evakuasi orang dengan menggunakan helikopter karena khawatir ada bencana susulan seperti tanah longsor.
Menurut keterangan tim penyelamat setempat, satu orang tewas karena tersengat listrik di jalan, sedangkan satu orang lainnya tewas akibat tanah longsor.
Akibat banjir, sekitar 38 ribu warga hidup tanpa listri dan 48 ribu tanpa air minum yang memadai.
Banjir tersebut datang ketika Chili selatan tengah berjuang dengan kebakaran hutan besar yang diperparah oleh kekeringan.
Pemerintah Chili menggambarkan situasi di gurun yang berada di kota Chanaral itu berada dalam keadaan kritis.
"Siapapun di zona beresiko di wilayah Atacama harus mengungsi," kata Menteri Dalam Negeri Rodrigo Penailillo seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: