"Palestina menderita distribusi yang tidak adil dari sumber air yang tetap berada di bawah kendali hampir penuh Israel. Sebagai bukti ketimpangan ini, pangsa konsumsi air harian Israel per kapita mencapai tujuh kali lebih tinggi dari Palestina," kata pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh otoritas air Palestina (PWA) dan Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) seperti dimuat
Press TV (Senin, 23/3).
Sementara itu menurut perkiraan lainnya, Israel menggunakan 85 persen dari pasokan air di Tepi Barat. Hal itu meliputi seperempat dari kebutuhannya.
Di sisi lain, penduduk Palestina mendapatkan air dengan kualitas yang buruk dan tidak memenuhi standar internasional.
"Lebih dari 90 persen dari air yang dipompa dari aquifer pantai di Jalur Gaza tidak memenuhi standar kualitas air dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," sambung pernyataan itu.
Bukan hanya itu, Palestina juga menggarisbawahi bahwa rezim Israel menghalangi mereka untuk mendapatkan hak mengekstrak Sungai Yordan tahunan sekitar 250 juta meter kubik.
Kekurangan air telah membawa dampak negatif bagi perekonomian Palestina, terutama pertaniannya, karena petani kekurangan air untuk irigasi.
[mel]
BERITA TERKAIT: