Mantan PM Australia Malcolm Fraser Tutup Usia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 20 Maret 2015, 10:17 WIB
Mantan PM Australia Malcolm Fraser Tutup Usia
malcom fraser/net
rmol news logo Mantan Perdana Menteri Australia, Malcolm Fraser meninggal dunia pada usia 84 tahun akibat sakit yang dideritanya.

Meninggalnya Fraser dikonfirmasi oleh kantornya melalui sebuah pernyataan singkat yang dirilis pagi ini (Jumat, 20/3).

"Dengan kesedihan mendalam kami mengabarkan bahwa setelah sakit singkat, John Malcolm Fraser meninggal dengan tenang dini hari pada 20 Maret 2015," kata pernyataan yang dikutip The Guardian itu.

"Kami mengetahui bahwa ini akan menjadi kejutan bagi semua orang yang tahu dan mencintai dia," sambung pernyataan tersebut.

Fraser sendiri menjabat sebagai Perdana Menteri Australia sejak tanggal 11 November 1975 hingga 11 Maret 1983.

Ia duduk di kursi perdana menteri setelah dipecatnya pemerintahan Partai Buruh Gough Whitlam. Pemecatan itu merupakan momen pertama kali yang memicu krisis konstitusional oleh kebuntuan rekayasa di Senat.

Pada saat itu, Fraser menolak untuk meloloskan anggaran dari pemerinatahan Whitlam ke parlemen pada akhir tahun 1975. Kebuntuan parlemen itu mengarah pada pemecatan Whitlam sebagai perdana menteri pada bulan November 1975.

Fraser pun kemudian diangkat sebagai perdana menteri sementara dan meski ada kontroversi masyarakat, Fraser menang dalam pemilihan federal pada bulan Desember.

Semasa kepemimpinannya, Fraser dikenal sebagai sosok yang konservatif terhadap kebijakan ekonomi. Ia kerap mendapat kritik oleh rekan-rekannya karena dinilai kurang reformis. Namun demikian, ia banyak membuat perubahan progresif dalam bidang tenaga kerja.

Menanggapi meninggalnya Fraser, Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyampaikan duka mendalam

"Krisis konstitusional tahun 1975 adalah salah satu peristiwa politik yang mendefinisikan bangsa kita," katanya.

"Malcolm Fraser berpegang teguh pada keyakinan bahwa tindakannya itu dilakukan dalam kepentingan terbaik Australia. Dia bertekad untuk menyalakan lampu dan mengembalikan kekayaan ekonomi Australia," jelas Abbott.

Hari ini, Fraser pun mengakhiri perjalanan hidupnya dan menyusul sosok yang pernah menjadi rivalnya, Withlam yang telah terlebih dahulu tutup usia lima bulan lalu. Sebelum tutp usia, kedua sosok itu menjalin persahabatan dengan baik.

"Persahabatan yang dibangun di kemudian hari dengan Gough Whitlam berbicara banyak tentang karakter laki-laki di tengah krisis: dengan cara yang berbeda mereka sendiri, mereka berdua patriot Australia," tandasnya.  [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA