Siaga Ekstrimis, Tim Anti Teror Australia Cegat 400 Orang Tiap Harinya di Bandara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 16 Maret 2015, 09:34 WIB
Siaga Ekstrimis, Tim Anti Teror Australia Cegat 400 Orang Tiap Harinya di Bandara
ilustrasi/net
rmol news logo Pihak keamanan Australia menghentikan ratusan orang untuk bepergian setiap harinya di bandara sebagai upaya untuk menghentikan warga Australia yang diduga hendak bergabung dengan kelompok militan.

Proses screening dan penghentian itu sendiri dilakukan oleh unti khusus yang dibuat pemerintah Australia untuk mencegah terorisme yang disebut dengan Border Force Counter-Terrorism Unit (CTU). Unit baru itu dibentuk untuk menghadang ekstrimis untuk menginggalkan Australia dan bergabung dengan kelompok militan seperti ISIS.

Pada periode Agustus tahun lalu hingga bulan Februari kemarin setidaknya ada lebih dari 400 orang yang dihentikan untuk bepergian setiap harinya di delapan bandara di Australia. Kedelapan bandara itu adalah Sydney, Melbourne, Brisbane, Perth, Cairns, Gold Coast, Adelaide, dan Darwin.

BBC
memuat, dalam kurun waktu tiga minggu pertama operasi, tim CTU di Sydney and Melbourne berhasil mencegah setidaknya 11 orang terduga teror. Dalam operasi itu, CTU juga mengamankan sejumlah material ekstrimis.

Proses screening dan penghentian itu dilakukan bukan secara acak, melainkan dengan menetapkan target. Target yang dimaksud adalah orang yang diduga memiliki kemungkinan untuk bergabung dengan kelompok militan.

Bukan hanya itu, pihak pabean Australia juga menyebut bahwa CTU berhasil menemukan bukti percobaan pergerakan uang dalam jumlah besar.

Menurut juru bicara pihak imigrasi Australia, Peter Dutton, tim CTU berhasil mencegah ratusan orang untuk meninggalkan Australia.

Hingga saat ini, diperkirakan ada sekitar 90 warga negara Australia yang ikut bergabung dengan kelompok militan di Timur Tengah.

Sementara itu,  Menteri Sosial Scott Morrison pada Senin (16/3), menolak menyebut soal apakah CTU menggunakan unsur rasial untuk memutuskan siapa yang dicegah bepergian keluar negeri atau tidak. Morrison hanya menyebut bahwa CTU merupakan karya yang luar biasa.

Pemerintah Australia sendiri telah mengalokasikan dana sekitar 150 juta dolar Australia untuk membangun dan mengoperasikan CTU di seluruh bandara di Australia. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA