Mereka menyuarakan protes dan kemarahannya kepada pemerintah Perancis terkait dengan peningkatan pajak dan semakin kecilnya lapangan pekerjaan.
Press TV memuat, sebagian besar di antara pengunjuk rasa merupakan pekerja dari perusahaan-perusahaan kecil dan wiraswata dari sebagian wilayah di Perancis. Mereka cemas dengan keberlangsungan hidup perusahaan atau usaha yang mereka jalankan karena tingginya nilai pajak yang harus dibayar.
"47 persen pajak itu terlalu banyak. Pajak yang tinggi sehingga kita tidak bisa merekrut (pegawai) dan kita juga tidak bisa berinvestasi pada pekerjaan kita. Kita punya daftar panjang pajak yang harus dibayar," kata salah seorang pengunjuk rasa.
Para pengunjuk rasa juga mengaku kecewa karena menilai, mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy pernah berjanji akan meninfgkatkan pendapatan masyarakat Perancis bila jam kerja diperpanjang. Namun mereka menilai, Sarkozy tidak menepati janjinya tersebut dan penggantinya, Francois Hollande juga tidak membuat perbedaan apapun.
Perancis sendiri diketahui saat ini tengah bergulat dengan masalah krisis ekonomi. Perekonomian Perancis telah stagnan selama bertahun-tahun dengan tingkat pengangguran mencapai sekitar 10 persen.
Kebijakan penghematan Perancis telah menempatkan warganya di bawah tekanan keuangan yang lebih. Pajak penjualan dan pajak pensiun telah ditingkaykan. Di sisi lain diberlakukan juga pemotongan besar-besaran untuk pelayanan sosial yang semakin menekan anggaran rumah tangga warga Perancis.
[mel]
BERITA TERKAIT: