Hal itu terungkap dalam sebuah rekaman audio yang diduga berisi suara pimpinan Boko Haram, Abubakar Shekau.
Dalam rekaman yang diposting secara online akhir pekan lalu itu, orang yang diduga merupakan Shekau mengumumkan kesetiaannya pada Ibrahim bin Awad bin Ibrahim al-Husseini al-Qurashi yang merupakan nama lain untuk pemimpin ISIS Abu Bakr al -Baghdadi.
Kendati belum bisa dipastikan soal keabsahan rekaman tersebut, namun seorang pakar kelompok teror dari Jamestown Foundation Jacob Zenn menduga rekaman itu asli.
"Boko Haram bergabung dengan lipatan ISIS merupakan hal yang masuk akal untuk kedua kelompok," katanya dari Abuja, Nigeria seperti dimuat
CNN (Minggu, 8/3).
"Boko Haram akan mendapatkan legitimasi, yang akan membantu merekrut, pendanaan dan logistik karena berekspansi ke Afrika Barat. Selain itu Boko Haram juga akan mendapatkan bimbingan dari ISIS dalam perang media dan propaganda. Sebelumnya Boko Haram adalah semacam buangan di komunitas Jihadi global." sambungnya.
Sementara itu bagi ISIS, kata Zenn, bergabungnya Boko Haram ke barisan mereka justru semakin memperkuat gerakan tersebut.
"ISIS semakin mendapat legitimasi lebih internasional sebagai khalifah global," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: