AS Jerat Tiga Orang yang Retas Hampir 1 Juta Alamat Email

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 07 Maret 2015, 14:26 WIB
AS Jerat Tiga Orang yang Retas Hampir 1 Juta Alamat Email
ilustrasi/net
rmol news logo Dua warga warga negara Vietnam dan seorang warga Kanada dinyatakan bersalah karena berperan dalam aksi pelanggaran data terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Ketiganya diduga mencuri hampir satu miliar alamat email dengan melakukan peretasan atau hacking ke delapan penyedia layanan email.

Mereka menggunakan data tersebut untuk mengirim spam ke jutaan orang dan menjual produk-produk palsu mereka.

Pemerintah Amerika Serikat menyebut, sebagian email yang yang diretas juga merupakan milik perusahaan Amerika Serikat. Peretasan itu dilakukan antara tahun 2009 hingga 2012 lalu. Namun demikian, tidak dirilis dokumen soal email perusahaan apa saja yang diretas.

Seperti dimuat BBC, salah seorang tersangka, Giang Hoang Vu mengaku bersalah atas konspirasi melalui komputer. Sementara seorang lainnya bernama Nguyen Quoc masih buron. Keduanya sempat tinggal di Belanda sebelum akhirnya Vu diekstradisi pada Maret 2014. Keduanya diduga menggunakan alamat email yang dicuri untuk mengarahkan orang ke situs-situs yang menjual software Adobe Systems Inc palsu.

Sedangkan terdakwa lainnya, yakni David-Manuel Santos Da Silva asal Kanada, dibebankan dengan konspirasi untuk melakukan pencucian uang. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA