Imbauan itu dikeluarkan oleh badan intelijen FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) pada Kamis (5/3).
"Untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang tren berkelanjutan soal pemuda Barat yang terinspirasi oleh ISIS untuk melakukan perjalanan ke Suriah dan berpartisipasi dalam konflik," bunyi imbauan tersebut.
"Kami tetap prihatin tentang upaya perekrutan yang dilakukan oleh ISIS khususnya melalui keterlibatan media sosial dan kami mendesak masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan kegiatan yang mencurigakan ke penegak hukum," kata seorang pejabat DHS seperti dimuat
Press TV.
Kekhawatiran soal semakin banyaknya pemuda yang ikut bergabung dengan ISIS bukan tanpa alasan. Pasalnya, Amerika Serikat menemukan sejumlah kasus di mana orang-orang berusia muda ikut bergabung dengan ISIS.
Saat ini tercatat ada lebih dari 20 ribu pejuang asing dari 90 negara yang diyakini ikut bergabung dengan kelompok militan ISIS.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: