Kedua tim itu adalah Tim Rajawali asal Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta dan Tim Fly Green yang berbasis di Universitas Sebelas Maret, Solo, Keduanya berhasil masuk jajaran 100 besar tim teratars yang lolos ke Babak Dua dari total 518 proposal yang masuk. Dengan kata lain, mereka berhasil mengalahkan sekitar 400 tim lainnya yang datang dari seluruh dunia.
Evaluasi dan penyelekesian sendiri dilakukan oleh lebih dari 50 pakar Airbus.
"Tim kami tengah mengembangkan sumber listrik alternatif bagi bandara. Sebuah bandara dapat melayani hingga ribuan orang dan beroperasi hingga 24 jam sehari. Biaya operasional untuk listrik pun terus menanjak. Namun, dengan sistem yang disebut ‘piezzoelectrics’, kita dapat memanfaatkan para pengguna bandara ini sebagai sumber listrik alternatif dengan cara mengumpulkan arus listrik yang sebenarnya dihantarkan oleh manusia setiap kali kita melangkah," kata ketua Tim Rajawali yang juga merupakan mahasiswa teknik mesin UGM Hibran Maksum.
Dengan memanfaatkan sumber daya yang telah tersedia tersebut, kata Hibran, biaya penyediaan jasa transportasi udara dapat dikurangi lebih jauh lagi. Hal ini akan menjadi nilai lebih bagi industri penerbangan dengan tingkat pertumbuhan tinggi, seperti di Indonesia.
Kedua tim Indonesia itu sendiri saat ini masih berkompetisi dengan tim lainnya yang terdiri dari 413 mahasiswa dari 48 kebangsaan berbeda.
"Saya sangat kagum atas keberagaman tim-tim yang masuk ke Babak Dua tahun ini. Dari sini kita dapat melihat sebuah generasi yang tak lagi berpikir dalam sekat-sekat, melainkan bercita-cita untuk dapat berkolaborasi melampaui batas-batas tradisional seperti gender, kebangsaan dan disiplin ilmu," kata Airbus Executive Vice President Engineering, Charles Champion dalam rilis yang diterima redaksi (Senin, 23/2).
Masing-masing tim kini telah didampingi oleh seorang mentor dan seorang pakar Airbus yang akan membantu mengembangkan ide-ide mereka serta membagikan gambaran mengenai tantangan-tantangan industri penerbangan di kehidupan nyata dalam waktu 100 hari.
Seleksi selanjutnya hanya akan menyisihkan lima tim terbaik yang akan masuk ke babak final dan mempresentasikan ide-ide mereka dalam sebuah acara langsung di fasilitas Airbus pada bulan Mei 2015 mendatang. Juara pertama nantinya akan mendapatkan hadiah senilai hampir 450 juta rupiah, sedangkan juara kedua akan mendapatkan hadiah senilai kurang-lebih 220 juta rupiah.
Perlu diketahui, Fly Your Ideas merupakan kompetisi yang menantang mahasiswa dari berbagai penjuru dunia untuk memberikan sebuah solusi inovatif yang dapat menjawab satu dari enam tantangan dunia penerbangan saat ini. Ini merupakan edisi keempat dari kompetisi yang diselenggarakan Airbus setiap dua tahun sekali bekerja sama dengan UNESCO.
Hal yang paling membedakan Fly Your Ideas dari kompetisi global tingkat mahasiswa lainnya ialah keterlibatan mendalam tim Airbus. Para mentor dan pakar Airbus dipilih dari berbagai elemen industri, serta mencakup profesi non-teknis maupun insinyur dan pakar penerbangan.
[mel]
BERITA TERKAIT: