"Pembunuhan orang-orang takb berdosa ini hanyalah tindakan terbaru dari banyak tindakan kejam ISIS yang berafiliasi dengan rakyat di wilayah ini," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan (Minggu, 15/2) seperti dimuat
Xinhua.
Dalam pernyataan yang sama Gedung Putih juga mendesak Libya untuk menolak kelompok-kelompok ekstrimis dan semua bentuk tindakan terorisme. Karena itu Amerika Serikat menyerukan agar adanya resolusi politik untuk konflik di Libya dengan menekankan bahwa konflik internal hanya menguntungkan kelompok-kelompok teroris.
Diketahui pada hari tersebut, kelompok militan ISIS merilis sbeuah video yang menunjukkan eksekusi 21 warga Mesir yang diketahui menganut agama Kristen Koptik. Mereka diketahui diculik sebelum akhirnya meregang nyawa di tangan ISIS dengan cara dipenggal secara massal.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: