Keluarga Muslim itu sebelumnya mengajukan keluhan yang menyebut bahwa larangan itu telah melanggar hak konstitusional warga negara untuk kebebasan berkeyakinan dan hati nurani.
Namun demikian, salah seorang pejabat wanita dari pemerintah Mordovia menyebut, meskipun perasaan keagamaan harus dihormati namun Rusia merupakan negara sekuler dan warga negaranya harus mematuhi hukum-hukum yang telah diterapkan.
Selain penggunaan hijab, pemerintan Mordovia juga diketahu menetapkan larangan penggunaan rok mini, celana jeans, gaun berpotongan rendan dan tindikan.
Bukan hanya itu, seperti dimuat kantor berita Rusia,
Itar-Tass, para siswinya juga dilarang mewarnai rambut berwarna-warni dan menampilkan simbol-simbol atau atribut keagamaan lainnya.
Larangan penggunaan hijab itu sendiri diketahui diterapkan di sejumlah wilayah di Rusia. Pertama kali larangan penggunaan hijab diterapkan di wilayah Stavropol, selatan Rusia pada bulan September 2012.
[mel]
BERITA TERKAIT: