Seperti dimuat
BBC (Senin, 9/2), bentrokan itu terjadi karena pihak penyelenggara hanya menjual lima ribu tiket kepada publik untuk pertandingan pada Minggu malam (Minggu, 8/2). Padahal stadion tersebut bisa menampung hingga 30 ribu penonton.
Ribuan fans klub sepakbola Zamalek yang tidak memiliki tiket dikabarkan berupaya merangsek masuk.
Kementerian dalam negeri Mesir menyebut bahwa para supporter itu menyerbu gerbang stadion dengan kekerasan yakni dengan cara mendorong polisi.
"Karena penyerbuan, beberapa tersedak dan meninggal karena sesak napas, sementara sisanya meninggal karena diinjak-injak," kata seorang pejabat polisi kepada koran yang dikelola negara,
al-Ahram.
Namun kelompok pendukung Zamalek menyebut bahwa penyerbuan dimulai ketika polisi menembakkan gas air mata pada kerumunan yang dipaksa melewati lorong berpagar sempit.
Akibatnya 22 orang tewas dalam kejadian itu.
Sementara itu Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi telah menyatakan duka mendalam atas insiden tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: