Williams sendiri pada Rabu lalu diketahui membuat pengakuan bahwa dirinya telah berbohong dalam melakukan pemberitaan tahun 2003. Pada saat itu ia menyebut dirinya berada di helikopter yang terkena tembakan musuh.
"Saya melakukan kesalahan dalam mengingat peristiwa 12 tahun yang lalu," kata Williams seperti dimuat
Press Tv.
"Saya ingin minta maaf. Saya mengatakan bahwa saya melakukan perjalanan di dalam pesawat terbang yang terkena RPG (roket granat). Padahal saya berada di dalam pesawat berikutnya," sambungnya.
Sementara itu dalam sebuah pernyataan kepada staf
NBC News yang dipublikasikan pada hari ini (Minggu, 8/2) Williams mengatakan bahwa ia menyesali tindakannya tersebut.
Kendati tidak memastikan kapan ia akan kembali menapaki karirnya, ia menekankan bahwa ketika ia kembali, ia akan menjaga kepercayaan setiap orang.
Pengakuannya terkait berita tahun 2003 lalu itu muncul menyusul laporan sejumlah veteran perang yang mengaku berada dalam helikopter yang terkena tembak musuh itu tapi tidak melihat Williams di dalamnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: