Pasukan pemberontak tengah berupaya mengusir pasukan pemerintah Ukraina dari wilayah timur Donetsk dan Luhansk, serta mencoba untuk menguasai kota kunci Debaltseve.
Dikutip dari
BBC, perwakilan pemberontak, Denis Pushilin, menegaskan, pemberontak hanya akan kembali ke perundingan jika pemerintah mengumumkan gencatan senjata.
Sebelumnya, gencatan senjata yang disepakati pada awal September 2014 di ibukota Belarusia, Minsk, tidak berjalan mulus karena pemberontak meningkatkan serangan mereka di beberapa daerah dan menduduki Bandara Donetsk.
Pemerintah Ukraina dan pemberontak pun terus saling menyalahkan setelah puluhan warga sipil tewas baru-baru ini akibat pertempuran.
Dilaporkan juga bahwa puluhan orang, termasuk warga sipil, tewas dalam bentrokan dan saling tembak artileri pada akhir pekan lalu.
Konflik bersenjata kedua pihak ini sudah berlangsung sembilan bulan dan menurut data yang dikeluarkan PBB telah menelan korban jiwa lebih dari 5.100 orang..
Zakharchenko mengatakan mobilisasi besar-besaran adalah kebutuhan "mendesak" dalam 10 hari ke depan agar kekuatan pemberontak semakin besar.
"Bukan berarti kami akan mengambil 100.000 orang, tapi tentara gabungan tentara Republik Donetsk dan Luhansk harus berjumlah 100.000," tegasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: